INFOBERAUKU – Kabupaten Berau genap berusia 73 tahun. Di balik perayaan hari jadi yang berlangsung tahun ini, terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang masih membutuhkan perhatian dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Pesan tentang kebersamaan menjadi salah satu hal yang ditekankan Bupati Berau Sri Juniarsih Mas dalam Rapat Paripurna DPRD Berau memperingati Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan Hari Jadi ke-216 Kota Tanjung Redeb, Senin (14/9/2026).

Bagi pemerintah daerah, perjalanan Berau selama puluhan tahun tidak hanya diukur dari pembangunan yang telah berdiri, tetapi juga dari kemampuan masyarakat dan pemerintah menghadapi berbagai persoalan yang muncul.

Sri Juniarsih mengajak masyarakat menjaga hubungan yang telah terbangun di tengah keberagaman Berau. Ia juga mengingatkan warga agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum diketahui kebenarannya.

Perkembangan media sosial, menurutnya, membuat sebuah informasi dapat menyebar dalam waktu singkat. Karena itu, masyarakat diminta tidak langsung mempercayai maupun meneruskan informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan.

Ajakan menjaga persatuan tersebut datang bersamaan dengan berbagai tantangan yang sedang dihadapi Berau.

Salah satunya persoalan kebakaran hutan dan lahan yang sempat meningkat selama musim kemarau. Data yang disampaikan dalam momentum hari jadi menunjukkan jumlah titik panas di Berau sempat mencapai 779 titik pada 29 Agustus.

Beberapa hari kemudian, jumlah tersebut turun menjadi 50 titik berdasarkan data BMKG Kalimantan Timur per 9 September.

Penurunan itu tentu menjadi kabar baik. Namun, bukan berarti persoalan selesai. Kondisi lahan yang masih kering dan cuaca yang belum sepenuhnya stabil tetap membutuhkan kewaspadaan.

Pemerintah bersama tim gabungan masih melakukan pemantauan dan penanganan di lapangan. Masyarakat juga memiliki peran penting, terutama dalam mencegah aktivitas yang dapat memicu kebakaran.

Persoalan lingkungan tersebut menjadi salah satu pengingat bahwa pembangunan Berau ke depan tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan

Daerah dengan potensi pariwisata, pertanian, perikanan, ekonomi masyarakat dan sumber daya alam yang besar membutuhkan pembangunan yang mampu berjalan beriringan dengan keberlanjutan lingkungan.

Di sisi lain, stabilitas sosial juga menjadi modal penting. Pemerintah daerah membutuhkan dukungan masyarakat, sementara masyarakat membutuhkan pemerintah yang mampu mendengar aspirasi dan menjawab persoalan secara terbuka.

Karena itu, usia ke-73 Berau dapat menjadi kesempatan untuk melakukan refleksi bersama.

Apa yang sudah berhasil dicapai tentu patut diapresiasi. Namun, berbagai persoalan yang masih dirasakan masyarakat juga tidak boleh diabaikan.

Hari jadi bukan sekadar angka yang bertambah setiap tahun. Momentum ini seharusnya menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah merupakan proses panjang yang membutuhkan pengawasan, kritik, kolaborasi dan tanggung jawab bersama.

Dari Bumi Batiwakkal, harapan itu kembali ditegaskan: Berau tidak hanya ingin tumbuh secara ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga menjadi daerah yang aman, rukun, berkelanjutan dan mampu memberikan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakatnya.

Selamat Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan Hari Jadi ke-216 Kota Tanjung Redeb.

Tiga puluh, empat puluh, hingga tujuh puluh tiga tahun bukanlah akhir perjalanan. Justru menjadi pengingat bahwa masih ada masa depan yang harus dibangun bersama. (IB/Redaksi)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!