BERAU – Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau mendorong kerajinan rotan yang dikembangkan ibu-ibu di Kampung Teluk Sumbang untuk terus berkembang dan memperluas jangkauan pemasaran.
Kerajinan berbahan rotan tersebut menjadi salah satu bentuk kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi. Dikerjakan secara manual dengan keterampilan dan ketelitian, produk ini mulai mendapat perhatian pasar, tidak hanya di Berau, tetapi juga telah menjangkau hingga Kalimantan Utara (Kaltara).

Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Diskoperindag Berau, Hasyim, mengapresiasi kreativitas para perajin yang mampu mengolah potensi rotan menjadi produk bernilai jual. Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan adanya peluang bagi kerajinan lokal untuk dikembangkan dan dipasarkan lebih luas.
“Kami bangga melihat kreativitas ibu-ibu Teluk Sumbang yang mampu mengolah potensi rotan menjadi produk bernilai ekonomi dan menembus pasar hingga Kaltara. Ini merupakan contoh nyata bahwa UMKM berbasis potensi lokal dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat,” ujar Hasyim.
Menurut Hasyim, meluasnya pemasaran produk menjadi peluang yang perlu terus dikembangkan. Karena itu, para perajin tidak hanya perlu menjaga kualitas produk, tetapi juga mengikuti perkembangan pasar dan memanfaatkan berbagai saluran pemasaran agar produk kerajinan rotan Teluk Sumbang semakin dikenal.
Diskoperindag Berau, lanjutnya, akan terus mendorong pengembangan UMKM melalui peningkatan kualitas produk, penguatan legalitas usaha, pemanfaatan digitalisasi, serta perluasan akses pemasaran.
“Pemerintah melalui Diskoperindag akan terus mendorong peningkatan kualitas produk, legalitas, digitalisasi dan perluasan pasar agar kerajinan rotan Teluk Sumbang dapat menjadi salah satu produk unggulan Kabupaten Berau,” katanya.
Dengan pengembangan yang berkelanjutan, kerajinan rotan Teluk Sumbang diharapkan tidak hanya mampu bertahan sebagai usaha masyarakat di kampung, tetapi dapat menjangkau pasar yang lebih luas di luar daerah. Hal ini sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi para perajin dan mendorong pertumbuhan UMKM berbasis potensi lokal.
Bagi Diskoperindag, keberadaan kerajinan tersebut menjadi salah satu contoh bahwa potensi daerah dapat diolah menjadi produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi sekaligus membawa identitas lokal Berau ke pasar yang lebih luas.(*)
