JAKARTA – Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali meningkat. Erupsi kembali terjadi pada Selasa (8/9/2026) pagi setelah sebelumnya gunung api tersebut mengalami aktivitas erupsi menerus selama sekitar 25 jam.

Berdasarkan laporan pemantauan, erupsi pertama pada Selasa pagi terjadi sekitar pukul 05.08 WIB. Letusan tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 47 milimeter dan berlangsung sekitar 15 detik.

Tidak lama berselang, erupsi kembali terjadi pada pukul 05.34 WIB. Aktivitas tersebut tercatat memiliki amplitudo maksimum 44 milimeter dengan durasi sekitar 10 detik. Kondisi cuaca membuat visual letusan tidak dapat teramati dengan jelas. �

detiknews +1

Aktivitas vulkanik Anak Krakatau sebelumnya juga sempat meningkat sejak awal September. Episode erupsi menerus tercatat berlangsung sekitar 25 jam, sebelum berakhir pada 6 September 2026. Meski episode tersebut telah berhenti, aktivitas vulkanik gunung api masih terus dipantau. �

Kementerian Komunikasi dan Digital

Di sisi lain, perkembangan sebaran abu vulkanik menjadi perhatian karena dapat berdampak terhadap aktivitas penerbangan. Berdasarkan pemantauan BMKG, sebaran abu vulkanik Anak Krakatau pada Selasa pagi diprakirakan bergerak menjauhi wilayah Indonesia. �

DW

Masyarakat di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau tetap diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Aktivitas gunung api tersebut hingga kini masih berstatus Level III atau Siaga, sehingga perkembangan erupsi dan arah pergerakan abu vulkanik masih menjadi perhatian.(*)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *