BERAU — Pesona pariwisata Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, terus mendapat ruang untuk dikenal lebih luas. Kali ini, keindahan bahari Kepulauan Derawan dan Maratua diangkat melalui karya batik yang memadukan kekayaan alam dengan budaya lokal.

Batik Derawan–Maratua tampil dalam ajang Pemilihan Putra Putri Batik Nusantara 2026 di Jakarta. Karya tersebut mengangkat sejumlah ikon kekayaan laut Berau, seperti pasir putih, kawanan barakuda, ubur-ubur tidak menyengat hingga penyu.
Tak hanya membawa nama daerah, kehadiran Batik Derawan–Maratua juga menjadi bagian dari strategi memperkenalkan destinasi wisata Berau melalui jalur ekonomi kreatif dan budaya.
Perwakilan Berau, Bulqis Sastra, bahkan berhasil meraih posisi 4th Winner Putra Putri Batik Nusantara 2026. Prestasi tersebut semakin memperkuat promosi nama Berau di tingkat nasional.
Bukan Sekadar Batik, Ada Cerita Wisata Berau
Motif Batik Derawan–Maratua bukan sekadar ornamen. Setiap unsur menggambarkan kekayaan ekosistem laut yang menjadi daya tarik utama pariwisata Berau.
Derawan, Maratua, Kakaban dan Sangalaki selama ini dikenal sebagai kawasan wisata bahari dengan panorama laut, terumbu karang, penyu serta biota laut yang menjadi daya tarik wisatawan.
Melalui batik, keindahan tersebut dibawa keluar dari kawasan wisata dan diperkenalkan dalam bentuk produk budaya yang dapat dikenal masyarakat lebih luas.
Momentum ini sekaligus menunjukkan bahwa promosi pariwisata tidak harus selalu melalui destinasi dan kampanye wisata. Budaya, fesyen dan ekonomi kreatif juga bisa menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan Berau kepada dunia.
Dorong Pariwisata Berbasis Konservasi
Pemerintah Kabupaten Berau juga terus mendorong pengembangan pariwisata yang tidak hanya mengejar jumlah kunjungan, tetapi tetap memperhatikan keberlanjutan dan konservasi lingkungan.
Dengan kekayaan alam yang dimiliki, Berau memiliki peluang besar untuk memperkuat posisi sebagai salah satu destinasi wisata bahari unggulan Indonesia.
Ke depan, perpaduan antara wisata, budaya, ekonomi kreatif dan konservasi dapat menjadi kekuatan baru untuk membawa nama Derawan dan Maratua semakin dikenal, bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di mata wisatawan mancanegara.
Derawan dan Maratua bukan hanya destinasi untuk dikunjungi. Kini, cerita tentang keindahannya juga bisa dikenakan, dibawa pulang, dan diperkenalkan melalui selembar kain batik.(*)
