INFOBERAUKU — Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (ASDEKI) memperkuat arah pengembangan industri depo kontainer melalui ASDEKI’s Day 2026 yang digelar di Hotel Morazen, Surabaya, Jumat (11/9/2026).

Mengusung tema “EcoForward: Driving Sustainable Logistics & Digital Transformation”, kegiatan tersebut sekaligus menandai peringatan 19 tahun ASDEKI, pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III, serta peluncuran Buku Profil & Direktori ASDEKI 2026.

Ketua Umum DPP ASDEKI, Mustofa Kamal Hamka, mengatakan industri depo kontainer memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran distribusi barang dan rantai pasok nasional. Menurutnya, perkembangan logistik global menuntut pelaku industri beradaptasi dengan isu lingkungan dan kemajuan teknologi.

“Dunia logistik global sedang mengalami transformasi masif. Isu perubahan iklim dan arus digitalisasi adalah keharusan strategis,” ujar Mustofa dalam keterangannya, Jumat (11/9).

Melalui agenda tersebut, ASDEKI mendorong penguatan dua sektor utama, yakni dekarbonisasi dan logistik hijau serta transformasi digital. Upaya itu diarahkan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing industri depo kontainer Indonesia di pasar internasional.

Salah satu agenda yang diperkenalkan ialah penerapan platform digital PORTIFY untuk mendukung pengelolaan operasional depo. Platform tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi waktu tinggal peti kemas, akurasi pelacakan, serta transparansi integrasi dengan pelabuhan dan perusahaan pelayaran.

Selain pengembangan teknologi, ASDEKI juga meluncurkan Buku Profil & Direktori ASDEKI 2026. Publikasi ini memuat informasi mengenai profil anggota, fasilitas, dan jaringan depo kontainer di Indonesia sebagai sarana memperkenalkan kapasitas industri depo nasional kepada pasar global.

Rangkaian acara turut diisi talkshow dan kolaborasi logistik hijau yang melibatkan Ditjen Perhubungan Laut, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, PT Pelindo, serta XCMG sebagai mitra penyedia alat berat ramah lingkungan.

Sementara itu, Rakernas III ASDEKI 2026 menjadi forum pembahasan program kerja organisasi, termasuk sertifikasi standar kompetensi sumber daya manusia, pengembangan usaha, dan arah regulasi logistik nasional.(*)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!