INFOBERAUKU – Event Organizer (EO) Mata Sanggam Berau Expo 2026 memaparkan data kunjungan pengunjung serta omzet pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Pedagang Kaki Lima (PKL) selama pelaksanaan pameran. EO juga menjelaskan mekanisme penetapan biaya sewa tenda bagi pelaku usaha yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Berdasarkan rekapitulasi EO, jumlah kunjungan selama empat hari pelaksanaan mencapai 97.436. Rinciannya, sebanyak 26.987 kunjungan pada hari pertama, 23.457 pada hari kedua, 26.351 pada hari ketiga, dan 20.641 pada hari keempat.
Direktur EO Mata Sanggam Berau Expo 2026, Morten, mengatakan pendataan pengunjung dilakukan untuk memperoleh informasi akurat mengenai jumlah dan klasifikasi pengunjung. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan kenyamanan selama pameran berlangsung.
“Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan, kami memberlakukan sistem buka-tutup gedung agar tidak terjadi penumpukan pengunjung di dalam gedung,” ujar Morten.
Ia menjelaskan, pendataan dilakukan melalui dua metode, yakni secara daring dengan pemindaian barcode survei serta secara langsung melalui penghitungan manual, sensor, dan pencatatan buku tamu. Pendataan serupa juga dilakukan terhadap omzet UMKM dan PKL untuk memantau perputaran ekonomi selama kegiatan berlangsung.
Berdasarkan data penjualan yang dihimpun EO, UMKM lokal mencatat omzet sebesar Rp201,01 juta pada hari pertama, Rp226,55 juta pada hari kedua, dan Rp173,22 juta pada hari ketiga.
Sementara itu, penjualan PKL masing-masing tercatat sebesar Rp25,72 juta pada hari pertama, Rp24,15 juta pada hari kedua, dan Rp24,22 juta pada hari ketiga.
Menurut Morten, data tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi yang cukup signifikan selama Berau Expo 2026. Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini EO belum menerima keluhan dari pelaku usaha terkait target omzet yang tidak tercapai.
Mengenai biaya sewa tenda, Morten menjelaskan bahwa pembayaran yang dilakukan para pedagang telah berdasarkan kesepakatan, dengan komponen biaya yang sebelumnya telah disampaikan kepada pelaku usaha.
Ia menambahkan, EO juga memberikan kelonggaran waktu pembayaran. Selain itu, pedagang diperbolehkan berbagi satu tenda dengan pelaku usaha lainnya sebagai solusi atas keterbatasan fasilitas, sehingga biaya yang ditanggung masing-masing pedagang dapat lebih ringan.
Morten berharap informasi mengenai penyelenggaraan Berau Expo 2026, termasuk data kunjungan, omzet pelaku usaha, dan pengelolaan fasilitas pameran, dapat diketahui masyarakat secara menyeluruh.
Menurutnya, pendataan yang terukur serta keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan kegiatan sekaligus memberikan gambaran mengenai dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal.(*)
