INFOBERAUKU – Pemerintah pusat memperkuat perhatian terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Presiden RI Prabowo Subianto meminta persoalan tersebut ditangani secara serius dengan pengerahan upaya besar-besaran, sekaligus menyiapkan langkah antisipasi agar kebakaran tidak kembali meluas.

Arahan itu disampaikan Prabowo ketika memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/10/2026), untuk membahas perkembangan penanganan karhutla.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden mengungkapkan bahwa perkembangan penanganan kebakaran menunjukkan perubahan dibandingkan beberapa minggu sebelumnya. Ia menyebut angka yang sebelumnya mencapai ratusan ribu kini telah berada di bawah 1.000, meski indikator yang dimaksud belum dijelaskan secara terperinci dalam laporan tersebut.

Prabowo menilai capaian itu perlu diikuti dengan kerja yang konsisten. Menurutnya, penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan tindakan saat kebakaran terjadi, tetapi harus dibarengi perencanaan matang untuk menghadapi potensi kebakaran berikutnya.

Pemerintah pun didorong menyusun strategi yang menjangkau berbagai aspek, mulai dari penanganan darurat hingga mitigasi dan pencegahan.

Bagi wilayah yang berulang kali menghadapi kebakaran dan kabut asap, pendekatan tersebut menjadi penting. Dampak karhutla tidak berhenti pada kerusakan kawasan hutan dan lahan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan warga, aktivitas ekonomi, pendidikan, serta transportasi.

Karena itu, pelaksanaan arahan Presiden di lapangan menjadi bagian penting yang patut dicermati. Koordinasi antarlembaga, kesiapan personel dan peralatan, serta upaya mengendalikan sumber api sejak dini diperlukan agar penanganan tidak berhenti pada pemadaman semata.

Prabowo menegaskan bahwa pencegahan harus menjadi bagian utama dalam strategi pemerintah. Langkah tersebut diharapkan mampu menekan risiko kebakaran sekaligus mengurangi dampak yang harus ditanggung masyarakat di daerah terdampak.

Sebelumnya, Kompas TV melaporkan rapat terbatas tersebut digelar pada Senin (12/10/2026), dengan fokus pada perkembangan penanganan karhutla dan strategi mitigasi ke depan.(*)

 

Sumber: Kompas TV

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!