BERAU – Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, mendorong perluasan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) ke sejumlah wilayah pesisir yang memiliki potensi perikanan. Ia menilai, lebih dari 20 kampung di Kabupaten Berau berpeluang dikembangkan melalui program tersebut, tetapi hingga kini baru dua lokasi yang telah mendapatkan persetujuan pembangunan.

Sumadi meminta Dinas Perikanan (Diskan) Berau bersama pemerintah kecamatan dan pemerintah kampung lebih aktif menyiapkan usulan lokasi baru. Menurutnya, potensi perikanan yang tersebar di berbagai wilayah perlu diimbangi dengan kesiapan administrasi dan pemenuhan persyaratan teknis agar peluang mendapatkan program dari pemerintah pusat tidak terlewatkan.

Sejumlah kampung yang dinilai memiliki potensi untuk pengembangan KNMP di antaranya Bidukbiduk, Talisayan, Batu Putih, Maratua, Pegat Bukur, Betumbuk, Usiran, hingga Batu-Batu.

“Potensi perikanan KNMP memang besar. Hampir lebih dari 20 kampung merupakan kampung nelayan yang mata pencahariannya sebagai nelayan,” ujar Sumadi.

Ia mengungkapkan, berdasarkan koordinasi yang telah dilakukan, saat ini baru dua kampung yang dinilai memenuhi kelengkapan untuk memasuki proses pembangunan KNMP. Kondisi tersebut, kata dia, perlu menjadi perhatian bersama agar kampung lain yang memiliki potensi serupa dapat segera dipersiapkan.

Sumadi menegaskan, percepatan pengusulan membutuhkan keterlibatan lintas pemerintahan. Dinas Perikanan diminta tidak bekerja sendiri, tetapi membangun komunikasi dengan camat dan pemerintah kampung untuk mengidentifikasi kebutuhan serta melengkapi dokumen yang diperlukan.

“Diskan harus koordinasi dengan camat dan kampung agar segera diurus. Saya juga terlibat untuk pengajuan,” jelasnya.

Bagi Sumadi, perluasan KNMP penting karena manfaat program tidak semata-mata diukur dari pembangunan infrastruktur. Keberadaan fasilitas pendukung perikanan diharapkan dapat memperlancar aktivitas nelayan, meningkatkan pemanfaatan potensi hasil laut, serta mendorong perputaran ekonomi masyarakat pesisir.

Ia menyebut nilai pembangunan KNMP pada dua lokasi yang sedang diproses mencapai sekitar Rp15 miliar. Dengan besarnya nilai investasi tersebut, Sumadi meminta pemerintah daerah memastikan fasilitas yang dibangun benar-benar berfungsi dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

Selain memperjuangkan penambahan lokasi KNMP, ia juga menyoroti pemanfaatan sarana perikanan yang telah tersedia di Berau. Pelabuhan perikanan dan tempat pelelangan ikan (TPI) di Tanjung Batu, menurutnya, perlu dioptimalkan agar mampu menunjang kegiatan nelayan serta distribusi hasil tangkapan.

“Yang penting manfaatnya kita dapat, perekonomian tumbuh, termasuk di Berau perputarannya. Dinas Perikanan juga harus mendorong pelabuhan yang kita bangun dimanfaatkan sebaik mungkin,” terangnya.

Saat ini, pembangunan KNMP di Berau berlangsung di Kampung Buyung-Buyung, Kecamatan Tabalar, dan Kecamatan Bidukbiduk. Kedua lokasi tersebut telah disetujui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk dikembangkan melalui program tersebut.

Kepala Dinas Perikanan Berau, Abdul Majid, sebelumnya menyampaikan bahwa pembangunan di kedua lokasi masih berada pada tahap awal karena pekerjaan baru berjalan sekitar tiga pekan.

Pemerintah Kabupaten Berau juga berencana mengusulkan sejumlah kampung tambahan untuk program KNMP pada 2027. Meski demikian, lokasi yang akan diajukan masih dalam tahap verifikasi.

Sumadi berharap potensi puluhan kampung nelayan di Berau dapat ditindaklanjuti melalui perencanaan yang matang dan koordinasi yang lebih intensif. Dengan begitu, pengembangan KNMP tidak berhenti di dua lokasi, tetapi dapat menjangkau wilayah lain yang membutuhkan dukungan fasilitas perikanan.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!