BERAU – Pengelolaan sampah bukan hanya soal mengangkut dan membuang. Pemilahan sejak dari rumah juga menjadi langkah penting untuk mengurangi penumpukan sampah sekaligus memanfaatkan material yang masih memiliki nilai ekonomi.
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau menjelaskan, pengangkutan sampah dilakukan berdasarkan jenis tempat penampungannya.
Kepala Bidang Kebersihan, Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Berau, Irwadi, mengatakan sampah di ambrol diangkut dua kali sehari, yakni pagi dan sore.
“Kalau ambrol, pengangkutannya pagi dan sore. Kalau yang di tempat sampah trotoar, sehari sekali,” jelas Irwadi saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (7/10/2026).
Selain mengikuti pola pengangkutan, masyarakat juga dapat berperan dengan memilah sampah sebelum membuangnya. Sampah organik dapat dipisahkan dari sampah anorganik, seperti botol plastik, kardus dan kertas.
Material anorganik yang masih bisa dimanfaatkan dapat disalurkan melalui Bank Sampah. Dengan pemilahan tersebut, sampah yang masih bernilai tidak langsung tercampur dengan sampah lain dan berpotensi memberikan manfaat ekonomi.
Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan lingkungan. Petugas menjalankan pengangkutan, sementara warga dapat membantu dengan membuang sampah pada tempatnya, mengikuti pola pengangkutan, serta memilah sampah dari rumah.
Melalui kebiasaan sederhana tersebut, pengelolaan sampah di Kabupaten Berau diharapkan semakin baik. Sebab, sampah yang dipilah bukan sekadar mengurangi beban lingkungan, tetapi juga dapat menjadi sumber manfaat jika dikelola dengan tepat.(*)
