BERAU – Kreativitas ibu-ibu di Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau, mulai menunjukkan hasil. Kerajinan berbahan rotan yang dikerjakan secara manual kini tidak hanya diminati masyarakat sekitar, tetapi juga mulai menembus pasar Berau hingga Kalimantan Utara (Kaltara).
Produk kerajinan tersebut hadir dalam berbagai bentuk dengan motif anyaman yang khas. Setiap produk dikerjakan dengan keterampilan dan ketelitian, sehingga memiliki nilai jual sekaligus membawa identitas kerajinan lokal.
Pesanan yang terus berdatangan menjadi peluang tersendiri bagi para perajin. Aktivitas tersebut perlahan membuka sumber penghasilan tambahan bagi ibu-ibu yang terlibat dalam proses produksi.
Bagi mereka, kegiatan ini bukan sekadar membuat kerajinan. Ada upaya untuk mengembangkan ekonomi kreatif dari kampung sekaligus memanfaatkan keterampilan yang dimiliki menjadi produk bernilai ekonomi.
“Pesanannya lumayan. Mudah-mudahan terus berkembang dan bisa membantu meningkatkan ekonomi serta penghasilan ibu-ibu,” demikian harapan dari kegiatan usaha kerajinan tersebut.
Meluasnya pasar hingga luar Berau menjadi sinyal positif bahwa produk kerajinan dari Teluk Sumbang memiliki peluang untuk dikembangkan lebih jauh. Dukungan promosi, pemasaran, peningkatan kualitas produk, hingga akses pasar menjadi bagian penting agar usaha para perajin dapat terus tumbuh.
Kerajinan lokal seperti ini menunjukkan bahwa potensi ekonomi tidak selalu harus datang dari usaha berskala besar. Dari tangan ibu-ibu di kampung, keterampilan sederhana bisa berubah menjadi produk bernilai dan membuka peluang ekonomi bagi keluarga.
Dari Teluk Sumbang untuk pasar yang lebih luas. Kerajinan lokal, ekonomi tumbuh dari tangan masyarakat sendiri.(*)
