INFOBERAUKU – Kualitas udara di Kabupaten Berau memburuk seiring pekatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Data pemantauan BMKG pada Kamis (17/9/2026) menunjukkan konsentrasi PM2.5 di Berau mencapai 81,8 µg/m³ dan masuk kategori tidak sehat.
Kondisi tersebut turut dirasakan masyarakat. Dani, salah seorang warga yang diwawancarai InfoBerauku, Jumat (18/9/2026), mengatakan kabut asap cukup mengganggu aktivitas warga.
«“Kabut asap terasa cukup pekat dan membuat aktivitas di luar rumah menjadi kurang nyaman. Kami berharap kondisi udara segera membaik dan masyarakat tetap menjaga kesehatan,” ujar Dani.»
Di sejumlah wilayah, masyarakat juga mulai mengurangi aktivitas di luar ruangan sebagai langkah antisipasi terhadap paparan asap.
Pemerintah sebelumnya mengalihkan kegiatan belajar mengajar tatap muka menjadi pembelajaran dari rumah pada 18–19 September 2026 sebagai langkah perlindungan terhadap peserta didik akibat memburuknya kualitas udara.
Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker, terutama saat kondisi kabut asap semakin pekat.(*)
